Stephanie-Mita

“We all love animals, but why do we call some of them pets and some of them dinner?”
— K.D. Lang (via benlaksana)

(via rarasekar)

“Yang penting bukan dari mana kamu dapat pengetahuan itu, tapi sampai dimana kamu bisa menerapkannya.”
— Detective Conan
“COINS always make sounds.. but PAPER MONEYS are always silent. So, when your value increases, keep YOURSELF SILENT and HUMBLE.”
“Memories are just memories, If you keep living in the past, there is no future”
— Dream High 2
Praktek Klinik II - Quarter 1

Well, akhirnya memasuki semester 6 yang harusnya banget nih menjadi semester akhir kuliah di fisioterapi UI.

Sebenernya sih udah sebulan lewat ada di semester 6 ini. Di Semester ini ada lagi yang namanya praktek klinik II.Bedanya sama semster lalu, kalo semester ini tiap bulan pindah RS sementara semester lalu hanya di 1 RS selama 4 bulan.

Dan Quarter 1 dari semester ini gue ditempatin di RS Kanker Dharmais.

Sejujurnya, gue awalnya gak mau deh dapet RS ini karena gue ada riwayat kanker dimana eyang putri dan tante gue pernah dirawat di RS ini selama masing-masing lebih dari sebulan. Gue pernah berjanji terhadap diri gue sendiri kalo gak akan balik lagi ke RS ini. Tapi ternyata, Tuhan berkehendak lain. Bedanya dulu untuk menjenguk orang sakit, sekarang untuk memberi treatment ke orang sakit.

Di bulan pertama ini, penelitian untuk Tugas Akhir dimulai. Kalo jurusan lain mulai TA dari bab 1 dulu, kalo kami dari bab 3 dulu. Kasus yang gue ambil adalah Bell’s Palsy et causa Medulloblastoma (Tumor Otak) stadium IV pada anak umur 12 tahun.

Saat gue melakukan Anamnesis selama 2 hari, gue selalu aja berkaca-kaca sampe pembimbing gue (Pak Eko) nawarin ganti kasus karena guenya yang sensitif begitu. 4 Bulan di Persahabatan, gue baru sekali nangis gara2 pasien.Waktu itu pasien gue  dibolehin pulang karena RS udah angkat tangan atas kasusnya. Gimana gue gak mewek, pasien itu berhari-hari gue pegang dan saat diijinin pulang kondisinya buruk. Heart Rate cuma 28x/menit (normalnya 60-80) dan saturasi oksigen cuma 60% (normalnya diatas 95%) padahal udah pake bantuan oksigen. Dan parahnya beliau mengaku malemnya baru aja muntah darah. TETAPI, kalo melakukan pemeriksaan sambil berkaca-kaca nahan nangis ya baru sekali ini di Dharmais. Yang bikin sedih selain karena penyakit si anak (NP) tetapi juga karena cerita hidup yang dia punya. Kalo diliat dari penyakit memang sih prognosisnya buruk, yang bikin suka berkaca-kaca adalah rasa tabah dari si anak dan tetep punya semangat belajar yang tinggi walaupun sudah 4 bulan dirawat di RS Kanker Dharmais tanpa didampingi orang tua.

NP ini sekarang duduk di bangku kelas 6 SD yang berarti dia akan menghadapi UN. Tiap terapi, dia selalu bawa buku kumpulan soal-soal UN untuk dipelajari dan nanya ke mahasiswa-mahasiswa magang soal-soal yang gak bisa dia kerjain karena ya udah gak masuk sekolah 4 bulan. Sayangnya, semangat belajarnya yang tinggi itu harus terhalang sama penyakitnya. Medulloblastoma ini membuat NP selalu merasa pusing,mual, bahkan muntah setiap habis menyelesaikan soal hitungan atau membaca.

Kembali lagi tentang fisioterapi di RSKD.

Yang gue seneng dari RS ini adalah fasilitasnya yang keren banget. Walopun RS punya pemerintah, tapi fasilitasnya nyaingin swasta punya deh. Yang lebih wow lagi adalah pasien disini bener2 ditangani sesuai dengan kebutuhannya dan pasien benar2 dipandang secara holistik (secara utuh). Team Rehabilitasi Medik (Dokter, Fisioterapis, Okupasi Terapis, Terapis Wicara, Psikolog, Rohaniwan, dll) di RS ini benar-benar bekerja sebagai team. Hal ini yang gue gak liat di beberapa RS di Jakarta. Team ini pun bekerja juga gak asal-asalan yang penting selesai. Kalo dari bidang fisio sih ya, yang simpel aja kayak misalnya pasang IF gak ada tuh istilah biasanya pake frekuensi berapa. Disini bener2 deh ditanya masalahnya dimana, bagaimana dan akhirnya pemasangan alat pun bener-bener sesuai dengan problem yang dimiliki pasien.

Ilmu yang didapet disini buanyak banget!! Mungkin karena memang Rumah Sakit khusus ya.

Sehari setelah meninggalkan RS ini gue langsung kangen berat. Bukan cuma sama suasananya and terapisnya, tetapi juga kangen sama pasien-pasiennya.huhuhuhuhuhu…

Bye Dharmais!

Well, Quarter 2 dari Praktek Klinik II ini adalah RSCM.

We’ll see what happen next!

:D

Welcoming 2012

Gak kerasa 2011 sudah berakhir dan 2012 udah nyamperin aja.

2012 ini merupakan tahun yang cukup penting buat gue.

Karena di tahun ini dituntut untuk LULUS! Sampe saat ini sih tantangan buat lulus tepat waktu banyak, cuma Puji Tuhan bisa terlewati dengan baik. Semoga kedepannya pun begitu sehingga tahun ini gue udah bisa pake toga.YAY!

Yang kedua, keikutsertaan gue sebagai bagian dari Indonesian Youth Conference (IYC) juga memacu gue untuk bisa bekerja secara total dan membantu menyukseskan IYC Forum dan Festival 2012. Selama kuliah gue memang enggak join organisasi apapun, jadi IYC adalah organisasi pertama yang bikin gue jatuh cinta untuk gue ikutin didunia perkuliahan ini. IYC ini ternyata lingkup besar, se-Indonesia. Jujur, awalnya agak kaget pas baru masuk karena omongannya skala nasional.Beda banget sama organisasi gue sebelumnya di SMA yang skalanya hanya 1 sekolah ditambah lagi di kota yang kecil, SERANG. Kesempatan yang gue punya saat ini sangat gue syukuri karena dari sini gue belajar banyak hal dari sisi non-formal.

At last, yang terpenting adalah God Bless this year for you, me, and us.

Keep up the good spirit :)

PS: Dalam dunia medis itu nggak ada yang pasti..

T: Lah, kan, ilmu eksak?

PS: Ya iya sih, ilmunya eksak. Tapi kalo udah ketemu pasien, jadi nggak ada yang pasti. 6 emang sama dengan 3 tambah 3, tapi juga bisa 4 tambah 2, 100 kurang 94, 3 kali 2. Macem-macem kan.

A past for a future - Beyond Imagination part 1

Then, the professor(guest) came into the class with his assistant in the middle of my presentation.my lecture asked me to introduce them to the class.

   Of course, I have to know them before by myself.I saw them was walking into the front of the class.And, my eyes couldn’t stop looking at the assistant. A boy who was tall and thin, wearing glasses,green T-shirt,blue jeans,and white sport shoes with a very nice smile.
     DEGH!My heartbeat is quicken.Then I realized,”Is that you? someone whom I knew. Someone whom I missed. Someone whom ever made a bright color on my painting of life.do you still remember me?”,these sentences kept bothering in my head.
    I took a deep breath to calm down myself and pretended that nothing had ever happened between us.
“Hi! I’m prof Sam from SDE University.Nice to meet you!”“I’m Sandra. Nice to meet you too.”
We did shake hands and my heartbeat was beating so fast because I knew, it was our turn now.I didn’t wanna start my conversation with him for sure. I couldn’t say anything,I just wanted to hug him and it would express all my feelings.
Suddenly,a voice broke my imagination.
“Hi! Do we also need to shake hands?
What did he say?!Shake hands?!Should I yes?!Or no?!

“I think so”, finally I answered haltingly.
“But, ummm…I don’t think so.”
“It’s okay.” :(
Huaaaaa…I really wanted to cry. You were so cruel and numb.We didn’t meet for 4years. You even didn’t call me or text me for the last 3years and finally I met you right now and this was what I got. I promised I wouldn’t consider again your presence in my life. Get a life!
I tried my best for not crying, but I failed. My eyes filled with tears and began to fall. I tried for not looking at him so he didn’t know that I was crying. Seemed that he knew it, he got closer then put his hands on my shoulder and said,
“Hey,dear! We really don’t need a shake hands. But, this is all we need!”
WHOOP! He hugged me, hugged me very tightly and whispered,
“Forgive me”
Iran :)

Hai hai!

I’ve posted some posts about Sydney,Australia and Singapore before because those are countries that I’ve been to. Now, I wanna talk about Iran and its people and culture.

Gue bakal nulis dengan bahasa Indonesia setelah ini yang sebisa mungkin gak terlacak di google translate.hehehehehehe..

Iran. Sebenernya gue gak pernah kepikiran apalagi mikiriin negara ini sebelumnya karena gue gak pernah kesana dan yaaa Iran bukan negara yang cukup populer di dunia hiburan menurut gue (gak kayak USA,UK,or even Korea and Japan).Gue mulai tau sedikit demi sedikit tentang Iran sekitar sebulan lalu waktu ada seorang cowok (let’s say temen gue)orang Iran, tinggal di Tehran, asal Esfahan, kuliah di Tehran University, umur 22 tahun dateng ke Jakarta untuk liburan selama 4 hari (total 10 hari di Indonesia dan sisanya di Bali). Gue kenalan sama dy disalah satu website pertemanan pecinta travelling (TB). Dy dateng sendiri ke Indonesia, belum pernah ke Indonesia, dan gak bisa bahkan gak tau satu kata pun dalam Bahasa Indonesia makanya dy butuh bantuan daaan menemukan gue sebagai orang Jakarta dilanjutkan nanya2 dan minta tolong ditunjukin beberapa tempat di Jakarta deh.

Hari Pertama ketemu, gue sempet agak canggung karena berasa aneh ketemu sama orang luar yang biasanya ngobrol di email dan dari negara yang gue gak cukup tau apa bahasa yang dipake, mata uangnya, dll (maklum,geografi dan sejarah gue amburadul dulu nilainya.hehehehe). Yang gue tau cuma negara ini negara agama dengan penduduk beragama Islam sebanyak 97%. Karena Indonesia juga negara dengan mayoritas penduduk Islam, paling enggak gue tau lah yaa memposisikan diri kayak gimana dengan budaya yang mereka punya.

Whoop!Pelajaran pertama yang gue dapet adalah orang Iran sangat mengaplikasikan aturan “muhrim” yang ada di Islam. Jadi, kalo ketemu orang Iran dan beda jenis kelamin jangan nyodorin tangan duluan buat salaman atau lw bakal didiemin gitu aja..ahahahahaha…Temen gue ini awalnya gak ada tanda2 mau salaman sih, cuma mungkin dy tau di Indonesia biasanya kalo ketemu orang didahului salaman jadi dy melakukan si salaman itu dengan bertanya dulu ” Is that okay if we shake hands?”

Sebagai negara agama, aturan2 pemerintahan yang digunakan disana pun hampir sepenuhnya bercampur dengan aturan agama (Islam). Misalnya, wanita yang udah mengalami menstruasi wajib hukumnya menggunakan jilbab di tempat umum. Jilbab yang dipake pun gak boleh asal2an makenya. You have to wear it properly! Konsekuensinya kalo gak make dengan benar adalah ditegur oleh banyak orang. Yang sedikit bikin temen gue bingung waktu di Jakarta adalah, dy liat beberapa anak kecil sekitar 4-5 tahun udah pake jilbab. “Dy belum perlu pake jilbab di umur segitu. Kenapa dy udah pake jilbab? Kan nanti juga ada waktunya memakai jilbab” begitu katanya. Karena ternyata di Iran yang negara agama itu, anak kecil belum ada yang pake jilbab. Nah, gimana dengan tourist yang dateng ke Iran? “If you are in Roma, what do Romans do”. Pepatah inilah yang terucap dari mulut temen gue. So, artinya ya tourist mau gak mau kudu berjilbab juga, cuma bedanya mereka gak harus pake jilbab properly kayak Iranian.

Hal lain yang unik di Iran adalah di atas presiden masih ada orang yang berhak mengatur jalannya pemerintahan disana. Jadi gini, di Iran itu ada orang yang dipercaya merupakan utusan dari Tuhan. Semua keputusan yang mau diambil oleh sang presiden, harus disetujui dulu oleh orang utusan Tuhan ini. Hal ini jarang diekspose media ya kayaknya.

Negara di Timur Tengah ini punya relasi yang buruk dengan AS. Hal ini udah bukan merupakan issue baru. Dampak dari relasi yang buruk ini gak ada satupun tempat makan yang berasal dari Amerika disana. So, jangan harap bisa nemu McD, KFC, atau Starbucks!Tapi resto fast food juga ada koq, cuma brand lokal :)

Kalo ada yang dateng ke Iran dan punya hobi shopping wajib bawa duit super banyak(bukan negara yang disarankan untuk shopping).Kenapa? Gue agak lupa asal muasal ceritanya, yang gue tau barang2 impor yang bermerk seperti Guess, LV, Versace, even La Senza sebelum masuk Iran harus masuk suatu negara dulu(gue juga lupa negaranya,hehehehe..). Karena barang2 itu muter2 dulu otomatis pajaknya juga tambah banyak. Di sanapun gak ada outlet resmi dari merk2 terkenal tersebut.Barang2 bermerk itu di jual di butik2 dan harganya bisa 4x lipat dari di Indo. Contohnya bra merk La Senza, di Iran 100USD cuma dapet 1 sementara di Indo bisa dapet 4.

Kuliah di Iran. Kuliah di Iran itu gratis lho, tapi kalo masuk universitas negeri. Mahasiswa tidak perlu membayar uang kuliah karena semuanya dibayarin pemerintah. Cuma, ada aturannya juga nih. Setelah lulus, harus kerja untuk pemerintah selama 2 tahun tanpa digaji. Ya, jadinya kayak bayar juga sih. =p

Tehran (pronounciation yg bener secara internasional adalah Tehran,bukan Teheran),sebagai Ibu Kota dari Iran,merupakan kota dengan kemacetan dimana-mana tapi gak semacet Jakarta sih.Hehehehe…

Itu beberapa hal yang gue tau sedikit tentang Iran. Setelah berteman dengan orang Iran itu, gue baru tau kalo Iran itu dulunya Persia dan Presidennya Ahmadinejad (seriously ini parah banget.ahahahaha). Bahasa yang dipake di Iran biasa dikenal dengan bahasa Persia cuma orang Iran bilangnya Farsi dan aksen mereka itu indaaaahhh banget :D

Segini dulu yaaa tulisan dari gue. Semoga cukup informatif. Kayaknya bakal masukin Iran di list travel plan gue nih. :D

See yaaa.. GBU :)

“You have to come to Iran,especially Tehran, because Tehran is magnificent”

“Twenty years from now, you will be more disappointed by the things you did not do than by the things you did do. So, throw off the bowlines. Sail away from the safe harbour. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover.”
— Mark Twain
“Doa Bapa Kami”

Jangan Sebut : Bapa Kami

Kalau kamu tidak berlaku sebagai anak, setiap hari

Jangan Katakan : yang ada disorga,

kalau kamu hanya pikirkan perkara duniawi

Jangan ucapkan : Dimuliakan Namamu

kalau kamu tidak menghormati Allah dengan semestinya

Jangan serukan : Datanglah kerajaan-Mu

kalau yang engkau maksudkan keberhasilan duniawi

Jangan katakan : jadilah kehendakMu

kalau yang engkau lakukan hanya yang kau inginkan

Jangan memohon : berilah kami rezeki

kalau kamu tidak peduli terhadap orang lapar

Jangan mohon : Ampunilah kesalahan kami

kalau engkau belum dapat mengampuni yang bersalah kepadamu

Jangan minta : Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan

kalau kamu belum dapat menolak kejahatan

Jangan memohon : Bebaskan kami dari yang jahat

kalau kamu belum bebas dari nafsu-nafsu duniawi

Jangan katakan : Amin

kalau kau tidak menanggapi dengan serius doa Bapa Kami

“Perfection is not the final destination,but something that we must live while we are still able to do.”

Tulisan yang indah ini dikirim oleh seorang teman (Mas Catur) via BBM. Saya merasa tulisan ini sangat bagus untuk di-share, maka dari itu saya akan menuliskannya di blog ini.

Seorang yang dekat dengan ALLAH bukan berarti tidak ada AIR MATA

Seorang yang TAAT pada ALLAH bukan berarti tidak ada KEKURANGAN

Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada masa-masa SULIT

Tapi orang tersebut akan selalu mengalami PENYERTAAN ALLAH

Seandainya BERGUMUL pasti ada HARAPAN

Seandainya di PADANG GURUN pasti DIPELIHARA oleh ALLAH

Seandainya masih dalam PROSES suatu saat pasti DIPROMOSIKAN ALLAH

Biarlah ALLAH yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita

Karena ALLAh TAU waktu yang TEPAT untuk memberikan yang TERBAIK

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar KETULUSAN

Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kau belajar KEIKHLASAN

Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kau sedang belajar MEMAAFKAN

Ketika kau harus lelah dan kecewa, maka saat itu kau sedang belajar KESUNGGUHAN

Ketika kau merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kau sedang belajar tentang KETANGGUHAN

Ketika kau harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kau sedang belajar tentang KEMURAH-HATIAN

Tetap semangat, sabar, tersenyum, dan terus belajar

Karena kau sedang menimba ilmu di universitas KEHIDUPAN

ALLAH menaruhmu di tempatmu sekarang bukan karena kebetulan

Orang yang hebat tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, ketenangan

Mereka dibentuk melalui kesukaran, tantangan, dan air mata

Ketika engkau mengalami sesuatu yang sangat berat dan merasa ditinggalkan sendiri dalam hidup ini….

Angkatlah tangan dan kepalamu ke atas,

tataplah masa depanmu

Dan ketahuilah…

ALLAH sedang mempersiapkan dirimu untuk menjadi ORANG YANG LUAR BIASA

:)